Memasuki tahun yang tertulis istimewa, yaitu "2020" dua nol dua nol. Saya mulai merenung apa yang akan terjadi?.
Dalam benak saya muncul sesuatu gambaran dunia begitu terang gamblang cerah tanpa hiruk pikuk kehidupan, seakan alam hanya mau hidup sendiri tanpa campur tangan manusia, seakan alam ini mau menikmati dirinya sendiri dalam kesepian. Kemana manusia yang biasanya membangkitkan gemuruh kegusaran mengganggu alam dengan berjuta aktivitas dan rencana yang seolah mampu memanipulasi lingkungan kehidupanya demi ambisi?
Sebulan berlalu hujan turun setiap hari seolah tiada mau berhenti, seiring terdengarnya sebuah negeri kaya adi kuasa tiba-tiba geger tak kuasa membendung bencana wabah mematikan, negeri China dengan virus nCovid-19 nya, aku tercengang mulai bertanya-tanya.
Dan...
Kini apa yang ada di benakku dulu mulai tampak nyata, jalanan pagi yang biasanya penuh dengan mobil dan motor anak "putih abu-abu" kini jalanan itu lengang. Sang mentari seolah tersenyum karena sinarnya mampu menembus bumi tanpa terhalang hiruk pikuk manusia dengan langkah kakinya, merdeka...
Kini...
Gambaran pandangku tak jelas, terhalang oleh kabut abu-abu tanda tak mampu menembus pandang, inikah akhir dari perjuanganku?
Jari jemariku yang kemarin hanya menunjuk dan menggenggam pun kini harus memijit screen layar androidku demi tetap berjuang mengantarkan anak didik ku agar alamtetap belajar meski dalam diam.
Semoga Sang Maha segalanya menerima amal bhaktiku, seandainyapun aku harus menghadap Mu ... tempatkanlah aku senantiasa bersamaMu. Namun jika Kau anggap perjuanganku ini belum cukup mengantarku ke surgaMu, ridloilah hari-hari ke depanku agar tetap lurus dalah hidayahMu.
Aamin.
Selasa, 24 Maret 2020
Langganan:
Komentar (Atom)
